Rabu, 07 Oktober 2020

DISIPLIN dan PEDULI

Bahasa, Sastra, dan Budaya

CERPEN (07-Okt-2020)

OLEH : Funny Agnecia C.Z. ~ X Hospitality 1


Pagi itu Riana sangat gembira sekali, karena berkas lamaran yang ia kirimkan melalui e-mail diterima oleh perusahaan itu. Riana segera bersiap-siap dan berangkat sehingga datang tepat waktu. Ia memang selalu disiplin, peduli, sopan, pintar, dan baik hati.

Saat sedang menunggu gilirannya dipanggil, ia memutuskan untuk ke toilet sebentar. Tiba-tiba dengan tidak sengaja dirinya tersenggol oleh seseorang yang terlambat datang,

"aduh!"

"Mba maaf ya saya buru-buru ingin interview juga." kata seorang pria yang menyenggolnya.

Riana pun mengerti juga dan tidak menganggap itu sebuah masalah. Ia segera ke toilet. 

Sesampainya di toilet, dia mendengar suara gemercik air yang sangat berisik. Setelah ia melihatnya, ternyata semua keran air di toilet itu menyala sampai memenuhi bak air, airnya tumpah kemana-mana.

Dengan kepeduliannya, Riana mematikan keran air itu. Ia tidak sadar bahwa ada yang mengawasinya. Setelah selesai buang air kecil, segeralah ia bergegas kembali ke ruang tunggu interview. 

Ia melihat pria yang menyenggolnya tadi sedih karena tidak diterima oleh perusahaan tersebut. Rupanya setelah ditanya olehnya, penyebab tidak diterimanya adalah karena ia terlambat. Riana menghiburnya sehingga ia tidak bersedih. 

"Riana Permata Sari, silahkan giliran anda untuk interview", kata petugas kantor itu.

"Baik, terimakasih infonya Bu.", katanya.

Bergegaslah ia ke ruang interview sambil berdoa agar diterima oleh perusahaan itu. 

"Permisi Pak, saya Riana Permata Sari.", Riana memperkenalkan dirinya.

Ia pun di interview oleh HRD tersebut. 

"Oke Riana, saya sangat suka sekali dengan prestasi kamu, jawaban kamu, disiplin, dan kepedulian kamu!", puji HRD itu.

"Wah, terimakasih banyak Pak.", jawab Riana.

"Sebetulnya, perusahaan kami membutuhkan orang yang kreatif, inovatif, dan terutama jujur dan peduli. Tidak diketahui orang banyak bahwa kami mengawasi setiap orang yang akan melamar kerja disini sebelum di interview. Dan kata asisten saya, kamu sangat peduli sekali dengan orang diluar sana dan peduli untuk mematikan keran air di toilet, dan itu bagian dari test kami. Satu-satunya yang peduli hanya anda."

Seketika Riana pun terkejut akan apa yang dikatakan oleh HRD itu. 

"Jadi maksud bapak bagaimana ya Pak? Maaf saya kurang mengerti.", sahut Riana.

"Selamat ya, kamu diterima oleh perusahaan kami. Berkat kedisiplinan dan kepedulian kamu kami sangat mengapresiasinya. Saya bangga mendengar hal tersebut dari asisten saya.", pujinya lagi.

"Wah saya diterima disini. Terimakasih banyak sekali lagi ya Pak!", jawab Riana sangat gembira.

"Sama-sama Riana. Lusa, kamu sudah bisa bekerja disini. Selamat ya sekali lagi.", jawab HRD tersebut.

Riana sangat senang dan sama sekali tidak menyangka, bahwa itu adalah bagian dari test tersebut. Dari hal sederhana dapat membawa hal besar.